JURGEN KLOPP DAN THE END OF COMPETITIVE ADVANTAGE

Jagat sepakbola hari-hari ini sedang berguncang dengan berita Jurgen Klopp, pelatih eksentrik asal Jerman, resmi menjadi pelatih Liverpool. Guncangannya cukup dahsyat sampai nyaris melupakan persoalan maha penting di depan mata, seperti asap yang masih bergentayangan di sumatera dan kalimantan.

Jurgen Klopp adalah pelatih sukses dan salah satu yang paling hot saat ini, yang merevolusi Borrusia Dortmund dari klub gurem menjadi klub papan atas Eropa, sekaligus kompetitor paling serius sang penguasa tunggal Liga Jerman selama berpuluh tahun, Bayern Muenchen.

Liverpool adalah raksasa lumpuh. Pernah berjaya dekade 70 dan 80-an, dan sejak itu lebih sering terdengar slogan dan sesumbarnya daripada prestasinya. Continue reading “JURGEN KLOPP DAN THE END OF COMPETITIVE ADVANTAGE”

TAEKWONDO LINTAS GENERASI

Minggu pagi, saya makan bubur di warung bubur yang pernah saya ceritakan dahulu.

Sambil nyarap bubur, kali ini perhatian saya tertuju kepada sekelompok anak-anak yang sedang berlatih Taekwondo di lapangan. Pelatih mereka seorang Bapak paruh baya (mungkin mendekati 60 tahun), agak tambun dan mulai lamban dalam gerakannya.

Anak-anak usia SD-SMP itu demikian gesit –sedikit tengil—berlatih dengan gerakan-gerakan yang cekatan. Meski sabuk mereka sebagian besar masih putih bersih alias ilmu taekwondo-nya masih sangat cetek. Sementara sang Sabam (panggilan untuk pelatih Taekwondo), yang bersabuk hitam bergaris-garis itu (tanda dia sudah ada di level dewa kemampuan taekwondonya) dengan tertatih-tatih mencoba membetulkan gerakan anak-anak , atau sesekali berteriak mengingatkan anak-anak tengil yang pecicilan-becanda dan berlarian berlebihan—saat berlatih. Continue reading “TAEKWONDO LINTAS GENERASI”