DIAM, NGAMUK ATAU DIAM-DIAM NGAMUK?

Ineffective Communication

Begitu presentasi selesai, kawan ini buru-buru menghampiri saya.

Sepanjang presentasi tadi dia memperhatikan dengan serius dan seperti sangat gelisah. Raut wajahnya tak bisa menyembunyikan bahwa dia seperti mendapatkan momen “A-ha” . Entah karena presentasi saya atau entah karena ada malaikat penabur ilham yang melayang lewat dan hinggap diantara tiang-tiang ruangan sejuk itu, pagi itu.

Ketika ada sesi bertanya, kawan ini menyampaikan pertanyaan dengan ekspresi  yang meluap-luap. Kata-katanya seperti tak sanggup menampung derasnya ilham yang mengalir dari kepalanya. Kita tahu itu dari orang yang sedang sangat bersemangat akan sesuatu, atau sedang jatuh cinta!

Caranya berbicara, pergerakan bola matanya dan kalimat-kalimat jernih yang keluar dari mulutnya, semua menunjukan bahwa dia orang yang peduli. Karenanya dia gelisah. Continue reading “DIAM, NGAMUK ATAU DIAM-DIAM NGAMUK?”

SANG MOTIVATOR DAN GURU SPIRITUAL

Tulisan ini dibuat ketika ada 2 kasus besar yang mencuat ke permukaan di tahun 2016. Pertama, penangkapan seseorang yang dikenal sebagai guru spiritual para selebritis karena terjerat kasus narkoba dan menjalankan ajaran menyimpang di padepokannya.  Kasus ini cukup menghebohkan karena melibatkan beberapa orang terkenal yang selama ini kerap mendapatkan bimbingan spiritual darinya. Yang kedua adalah kasus yang tidak kalah menghebohkan terkait pengingkaran status Ayah terhadap Anaknya, oleh seorang motivator kondang yang kerap nongol di layar Televisi. Sang motivator yang sangat sukses dan memiliki follower terbanyak di media sosial ini, ketika itu tidak mengakui status anak dari pernikahannya terdahulu, dan bahkan bersitegang di media dengan orang yang mengklaim sebagai anaknya itu. Di kemudian hari sang motivator mengakui bahwa orang itu memang anaknya dari pernikahan sebelumnya dan berdamai dengannya. Tetapi oleh karena demikian mengagetkan dan emosionalnya kasus ini berdampak pada kebintangannya yang perlahan meredup di tengah masyarakat.

Dalam tempo yang cepat, secara berturut-turut, publik disuguhkan dengan sandiwara hancurnya kredibilitas para penyeru moral dan etika, yang disebut sebagai motivator dan guru spiritual. Sebagaimana cepat menggelembungnya nama-nama orang tersebut, kita juga menjadi saksi episode kempesnya kredibilitas mereka yang megenaskan.

Publik dibuat shock dan bertanya-tanya. Kok bisa?

Soal naik-turun popularitas sebetulnya hal biasa. Yang membuat orang bertanya-tanya adalah kenapa sandungannya harus di batu-batu besar yang seharusnya begitu jelas bisa dihindari? Kalo sandungan-sandungan di batu kecil –yang kadang tak terlihat—barangkali masih bisa difahami. Tetapi kasus narkoba dan kasus sengketa status ayah dan anak, adalah batu besar yang sangat emosional. Apalagi mereka adalah men of values and morale. Wajar publik bereaksi keras. Continue reading “SANG MOTIVATOR DAN GURU SPIRITUAL”

LOVE WHAT YOU DO OR DO WHAT YOU LOVE

Lisa adalah seorang eksekutif yang bekerja di bidang periklanan dan pemasaran. Menginjak usia 38 tahun dia mulai galau dengan karirnya yang sebenarnya sudah mapan itu. Tekanan pekerjaan bertubi-tubi yang dia dapat membuatnya mulai berfikir untuk keluar dari zona nyaman karirnya itu. Dia ingin bekerja sesuai dengan passion atau panggilan hatinya, yaitu menjadi guru yoga.

Lisa akhirnya memutuskan untuk benar-benar keluar dari pekerjaan dan mengejar mimpinya menjadi guru yoga.

Kisah Lisa di atas barangkali contoh ideal dari mantra yang kerap diperdengarkan para motivator atau konsultan karir,  follow your passion and do what you love. Hidup terlalu singkat untuk mengerjakan sesuatu yang tidak anda sukai karena hanya akan menyiksa anda nantinya. Continue reading “LOVE WHAT YOU DO OR DO WHAT YOU LOVE”