ADAB MENGAJAR IBU-IBU

Beberapa minggu terakhir ini saya mendapatkan tantangan lebih dalam karir saya sebagai seorang pengajar dan pembicara publik, yaitu mengajar Ibu-ibu.

Saya sering berjumpa dengan para Ibu dalam kelas-kelas saya, tetapi biasanya dalam konteks peran profesional mereka, baik sebagai seorang karyawan maupun pimpinan di organisasi/ perusahaan.

Ini kali saya mengajar para full time Moms. Orang-orang spesial yang menjadi role model dari anak-anaknya bahkan jauh sebelum anak-anaknya mengerti arti sebuah kata. Para pekerja penuh waktu, pembangun peradaban yang tak kenal henti dari rumah-rumah mereka,  yang hanya berharap dibayar dengan cinta yang tulus.

Mereka adalah para menejer yang rangkap-rangkap jabatan di berbagai divisi –keuangan, operasional, diklat, keamanan, kebersihan, merangkap OB dan kurir—di rumah mereka masing-masing.  Tetapi dengan mereka tentu saya tidak bisa berbicara dengan jargon-jargon teknis manajerial yang rumit itu.

Bukan mereka ngga faham, tetapi kebutuhan mereka bukan itu. Continue reading “ADAB MENGAJAR IBU-IBU”