DIPLOMASI ANAK-ISTRI

Messi – Suarez – Neymar

Beberapa waktu lalu saya dan seorang teman diundang untuk berbincang dengan beberapa orang mantan pimpinan sebuah lembaga tinggi negara.

Oleh karena keberhasilan mereka memimpin lembaga itu di masa lalu, merekapun diminta untuk menjadi konsultan internal sang mantan dan sedang menyiapkan program pengembangan.

Problemnya klasik.

Pimpinan-pimpinan yang baru dianggap masih kebingunan mengurus lembaga maha penting perawat demokrasi itu, sehingga seperti tak tentu arah.

Dengan sistem kolektif-kolegial yang diterapkan disitu, dan setelah lebih dari satu tahun terpilih, para pimpinan seperti jalan masing-masing.  Tidak ada koordinasi, ego sektoral, ego latar belakang dan tak bekerja sebagaimana mestinya sebagai sebuah tim.  Yang satu mau ke utara dan yang lain mau ke selatan.  Dalam banyak kasus, satu sama lain seperti kucing dengan anjing.

Padahal nasib dan keberlangsungan demokrasi bangsa ini, diantaranya, ada di tangan para pimpinan itu. Continue reading “DIPLOMASI ANAK-ISTRI”

ZUHRI

Lihat tampang orang ini.

Ini tampang orang yang sering kita liat lagi nongkrong di pinggir jalan sambil main catur, atau lagi markirin motor di pasar sambil ribut dg sesama tukang parkir. Atau tampang tukang ketoprak keliling yg biasa kita makan.

Tampang orang kebanyakan. Tampang orang-orang yg banyak stoknya di kampung saya.

Orang kaya gini, kalo berbincang dengan anda mereka akan menundukan pandangan karena malu atau sungkan. Kalo lewat di depan anda dia akan membungkuk-bungkuk tanpa diminta. Kalau bersalaman akan menarik kembali tangannya ke arah dada mereka, sambil tetap membungkuk. Continue reading “ZUHRI”