RESILIENSI: MERANGGAS DAN TERUS TUMBUH

Salah satu aktivitas new normal pagi hari saya di saat-saat krisis sepert ini adalah menelpon teman-teman lama, saudara atau guru-guru kehidupan saya. Sekedar bertanya bagaimana kabar mereka dan ngobrol ngalor ngilur ngga jelas.

Keliatan saya orang yang sangat peduli terhadap orang lain? Ngga juga. Itu salah satu cara saya mengatasi rasa gelisah dan stress yang kini kian menjangkiti banyak orang.

Hari-hari ini kita dituntut untuk makin resilient menghadapi ketidakjelasan akibat wabah covid ini. Resilient ini terjemahannya kira-kira makin kuat, tabah, tidak gampang menyerah, sekaligus elastis untuk siap melenting lagi.

Continue reading “RESILIENSI: MERANGGAS DAN TERUS TUMBUH”

OTENTIK

Ketika kesempurnaan tidak pernah ditemukan, orang mencari yang otentik. Itulah yang terjadi hari-hari ini, dari urusan makanan sampai urusan tata kota. Dari urusan kopi sampai urusan pemimpin.

Menurut kamu, otentik itu soal apa? Kalo kata Iqbal Ramadhan, otentik itu soal Isi dan Rasa. Dia sedang mendikte selera kita tentang kopi dari salah satu produk kopi dalam kemasan yang sedang dia endorse yang iklannya sedang lalu-lalang di media hari-hari ini.

Bahkan kopi dalam kemasan seharga dua ribu perak mem-branding dirinya paling “otentik”. Dan kita tergoda untuk mencoba.

Continue reading “OTENTIK”

WIBAWA DAN KHARISMA

Minggu lalu saya dibuat kaget oleh seorang teman. Ketika memperkenalkan saya di depan audiens sebelum saya tampil bicara, dia menyebut saya memiliki “kharisma” sebagai seorang pembicara.

Jelas teman ini sedang tidak bercanda, karena bukan tipenye bercanda tidak perlu di depan banyak orang. Dan bukan sedang menyenangkan hati saya, karena kami berteman sejak lama dan selalu apa adanya satu sama lain.

Sebagai seorang yang meminati topik kepemimpinan, lama saya memikirkan tentang kata “kharisma” ini dan mencoba mencari tahu apa dan bagaimana bentuknya. Karena dalam konteks budaya tradisional Indonesia, kata ini lebih sering disematkan dengan kepemimpinan. Artinya sangat penting dan sangat dekat kekerabatannya dengan kepemimpinan.

Berbeda misalnya dengan kultur barat, yang lebih sering mengasosiasikan kepemimpinan dengan “keberanian”, “visi”, “role model” dan sejenisnya.

Tiga terakhir itu gampang di definiskan. Karena berkaitan dengan karakter atau kompetensi yang sudah makin terang dan gamblang definisinya saat ini.

Kharisma ini misterius. Continue reading “WIBAWA DAN KHARISMA”

KEBERUNTUNGAN DAN NASIB

Indra –begitu teman saya ini biasa di panggil—adalah salah satu orang paling beruntung dalam hidupnya.

Memilih profesi sebagai seorang Salesman, ketika tidak ada orang yang mau jadi salesman, dia sukses. Dia bisa memperolah penghasilan sampai ratusan juta sebagai salesman. Gajinya tidak seberapa, tetapi insentifnya ruarr biasa untuk ukuran pemuda berusia 20-an. Insentifnya itu datang dari penjualan yang berhasil dibukukannya. Padahal dia cuma jualan oli.

Tidak heran boss-nya sayang banget kepadanya. The golden boy alias anak emas. Dia minta ijin keluar untuk memulai usahanya sendiri, tidak diperbolehkan oleh atasannya itu. Siapa juga yang mau kehilangan angsa yang telah bertelur emas?

Tetapi Indra anak muda santun dan murah senyum ini punya mimpi. Dia ingin terbang lebih tinggi. Dan kesempatan itu datang tepat di depan matanya. Continue reading “KEBERUNTUNGAN DAN NASIB”

ZUHRI

Lihat tampang orang ini.

Ini tampang orang yang sering kita liat lagi nongkrong di pinggir jalan sambil main catur, atau lagi markirin motor di pasar sambil ribut dg sesama tukang parkir. Atau tampang tukang ketoprak keliling yg biasa kita makan.

Tampang orang kebanyakan. Tampang orang-orang yg banyak stoknya di kampung saya.

Orang kaya gini, kalo berbincang dengan anda mereka akan menundukan pandangan karena malu atau sungkan. Kalo lewat di depan anda dia akan membungkuk-bungkuk tanpa diminta. Kalau bersalaman akan menarik kembali tangannya ke arah dada mereka, sambil tetap membungkuk. Continue reading “ZUHRI”