NEW NORMAL ALA SAM BERNS

“Hidup saya sangat Bahagia”, katanya.

Perkenalkan ini Sam Berns. Usianya kala itu 17 tahun, tapi penampilannya seperti kakek 71 tahun. Tingginya tak lebih dari seorang bocah kelas 2 atau 3 SD dengan berat sekitar 20-an Kg.

Jelas sekali dia memang tidak normal secara fisik.

Selain tinggi dan berat badannya tidak normal, wajahnya sangat tirus, penuh kerut, tak beralis dan berbulu mata, berahang kecil. Sepintas dia seperti makhluk ruang angkasa dalam film ET (Extra Terestrial).

Dia adalah satu dari 250 orang penderita Progeria di dunia. Penyakit kelainan sel tubuh yang membuat penderitanya akan mengalami penuaan fisik secara cepat tanpa bisa dicegah. Ini penyakit amat sangat langka dan belum ada obatnya. Menghinggapi 1 dari 4 juta bayi yang lahir setiap tahunnya.

Rata-rata mereka yang mengidap penyakit ini akan meninggal pada usia kurang lebih 13 tahun. Tapi Sam tidak.

Fisik Sam yang seperti orang tua ringkih dengan nafas tersengal-sengal itu tidak menghalangi jiwa anak mudanya yang baru berusia belasan tahun. Selalu ceria. Orang-orang yang melihatnya alih-alih kasihan malah berdecak kagum dan malu pada diri sendiri. Continue reading “NEW NORMAL ALA SAM BERNS”

EDISON, TESLA DAN PELAJARAN TENTANG TALENT

Pada tahun 1884, seorang anak muda brilian menginjakan kaki di Amerika hanya berbekal  buku puisi, secarik kertas rekomendasi dan uang 4 sen.  Demikian film inflight movie di maskapai Garuda itu dibuka. Sayapun tertarik menyimaknya sampai habis dalam perjalanan pulang ke Jakarta.

Kertas rekomendasi itu ditujukan kepada seorang yang sangat terkenal pada zamannya, dan masih tetap terkenal sampai zaman now, namanya Thomas Alfa Edison. Seorang penemu hebat, dan ketika itu juga seorang pebisnis kaya raya Amerika.

Nama anak muda itu Nikola Tesla. Usianya ketika itu baru 28 tahun, kelahiran Serbia. Kita mungkin pernah sayup-sayup mendengarnya. Atau mungkin sebagian tidak pernah mendengarnya sama sekali.

Singkat cerita, Tesla kemudian bekerja pada Edison. Keduanya terlibat dalam sebuah proyek perubahan maha besar yang kelak merevolusi kehidupan manusia yaitu penemuan arus listrik. Dengan kejeniusannya Tesla mendatangkan kemakmuran berlipat-lipat terhadap Edison. Sepanjang masa hidupnya tidak kurang dari 300 hak paten didaftarkan atas nama anak muda ini.

Sayangnya kerja sama mereka tak berumur panjang. Continue reading “EDISON, TESLA DAN PELAJARAN TENTANG TALENT”

OBITUARI UNTUK AYI

Begitu menerima kabar duka itu, langkah saya tiba-tiba terasa berat.  Lama sudah kami tidak bertemu. Kehidupan sudah betul-betul membuat kami sibuk mengejar bayangan masing-masing. Tetapi benarlah ungkapan itu; True friends are never apart.  May be in the distance, but never in heart.

Bukan karena gerimis yang masih menggenang di bumi para datuk sore itu yang membuat ada air yang terasa hangat di pelupuk mata saya . Genangan kenangan di dalam hati mengalir diam-diam dan menetes tak terbendung.

Kenangan saya melesat jauh pada masa hampir setengah abad lalu. Ketika itu, kami pertama bertemu di kampus mentereng Universitas Indonesia sebagai mahasiswa baru.  Gerbang besar kampus dengan panji-panji  ilmu dan reputasi yang menjulang tinggi itu membuat langkah-langkah pertama saya terasa sangat gagap.

Pertemuan dengan Agus –kami memanggilnya Ayi—membuat langkah saya terasa lebih ringan. Continue reading “OBITUARI UNTUK AYI”

JURGEN KLOPP DAN THE END OF COMPETITIVE ADVANTAGE

Jagat sepakbola hari-hari ini sedang berguncang dengan berita Jurgen Klopp, pelatih eksentrik asal Jerman, resmi menjadi pelatih Liverpool. Guncangannya cukup dahsyat sampai nyaris melupakan persoalan maha penting di depan mata, seperti asap yang masih bergentayangan di sumatera dan kalimantan.

Jurgen Klopp adalah pelatih sukses dan salah satu yang paling hot saat ini, yang merevolusi Borrusia Dortmund dari klub gurem menjadi klub papan atas Eropa, sekaligus kompetitor paling serius sang penguasa tunggal Liga Jerman selama berpuluh tahun, Bayern Muenchen.

Liverpool adalah raksasa lumpuh. Pernah berjaya dekade 70 dan 80-an, dan sejak itu lebih sering terdengar slogan dan sesumbarnya daripada prestasinya. Continue reading “JURGEN KLOPP DAN THE END OF COMPETITIVE ADVANTAGE”

CINTA, KELUARGA DAN THE GODFATHER

Kasus penelantaran anak oleh sepasang suami istri di Cibubur mengingatkan saya pada sekuel film The Godfather. Salah satu film legendaris karya sutradara kontroversial Hollywood, Francis Ford Coppola, yang diangkat dari novel laris karya Mario Puzo berjudul sama.

Kalau banyak perempuan termehek-mehek dengan film romantis semodel Titanic atau Kuch Kuch Hota Hai (atau mungkin sekarang film-film pop Korea), maka belum ada film yang dapat membuat kaum lelaki termehek-mehek melebihi The Godfther I, II, III.

Film ini tentang kuasa, harta dan –tentu saja—wanita. Tema yang sangat lelaki. Di dalamnya ada cerita tentang pengkhianatan versus kesetiaan, dendam melawan kasih sayang, idealisme dan keserakahan, dengan bumbu dar-der-dor ala kaum mafia Amerika keturunan Italia di awal abad 20. Continue reading “CINTA, KELUARGA DAN THE GODFATHER”