SPIRITUALITAS ZAMAN BARU – BAGIAN 2

Dalam tulisan terdahulu saya menjelaskan bahwa spiritualitas adalah inti kehidupan, dalam kehidupan pribadi maupun professional. Termasuk di dalamnya kepemimpinan.

Kehilangan spiritualitas dalam kehidupan berarti kehilangan hidup itu sendiri. Dia akan seperti pelita kehabisan minyak. Perlahan-lahan nyala dan energi hidupnya redup dan mati. Siap-siap saja berkawan dengan kegelapan dan kegalauan.

Dalam konteks zaman modern, spiritualitas ini seperti sistem operasi (operating system) dalam sebuah komputer. Secanggih apapun fitur-fitur aplikasi yang anda miliki dalam gadget anda, tanpa adanya sistem operasi yang baik, dia tidak akan bekerja. Continue reading “SPIRITUALITAS ZAMAN BARU – BAGIAN 2”

I GOT “SHANGHAI’ED” IN SHANGAI

(Sebuah catatan perjalanan)

“Apa yang harus saya lakukan?”, perempuan di depan saya ini bertanya penuh paradoks.  Mata dan wajah cerdasnya kini sayu dan pupus, seperti rumput-rumput di bandara Pudong yang coklat merana. Di telantarkan musim dingin dan diacuhkan musim semi.

Dari 24 juta manusia penghuni kota “Queen of The Orient’ ini, Tuhan pasti sedang tidak bercanda mengirim satu dari penghuninya ini untuk berbincang dengan saya sore itu di pojokan Nanjing Road yang dingin menusuk.  Meski coffee shop tempat kami berbincang memiliki penghangat ruangan, tapi saya tetap merasa kota ini teramat dingin. Mata orang-orangnya dingin.  Penguasanya dingin.  Ambisi orang-orang dan penguasanya juga sangatlah dingin. Fakta bahwa sore itu cuaca nyaris menyentuh titik  0 derajat celcius, membuat saya makin bergidik.

Tetapi Jessica Wang menahan sesuatu yang hangat yang mulai  memenuhi matanya. Aku melihat dia sekuat tenaga menahannya untuk tidak jatuh.  Dia tidak ingin terlihat cengeng di hadapan laki-laki asing yang baru dikenalnya tidak lebih dari tiga hari lalu. Tetapi sesuatu di dalam dirinya membuat suaranya bergetar.

Hati perempuan setengah baya ini tidaklah dingin. Dia seperti sungai Huangpu yang membelah kota ini menjadi dua bagian, timur dan barat, yang tidak pernah membeku bahkan di musim salju sekalipun. Continue reading “I GOT “SHANGHAI’ED” IN SHANGAI”