EMPLOYEE ENGAGEMENT DAN KINERJA BISNIS

Banyak eksekutif hari-hari ini mengalami sindrom –kata anak muda sekarang—Andi Lau, antara dilema dan galau. Perlambatan ekonomi yang berlarut-larut ini membuat semua strategi pertumbuhan dan ekspansi seperti pisau tumpul. Tidak banyak membantu, kalau boleh dibilang tidak berfungsi sama sekali.  Oleh karena itu strategi paling populer digunakan pada zaman ini adalah strategi bertahan  (survival). Masih bisa hidup saja sudah bagus. Seraya mengidentifikasi setiap kemungkinan untuk terus memperpanjang nafas.

Sayangnya dari sekian banyak strategi yang dikembangkan untuk bertahan di tengah bisnis saat ini, tidak banyak eksekutif yang menjadikan Employee Engagement sebagai top priority strateginya.  Padahal dalam riset global yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review pada tahun 2013 lalu, karyawan yang melibatkan diri dengan sepenuh hati terhadap pekerjaannya (highly-engaged employee) inilah solusi dari pertumbuhan maupun strategi bertahan hidup dalam bisnis. Continue reading “EMPLOYEE ENGAGEMENT DAN KINERJA BISNIS”

AADC-2 DAN PENILAIAN KINERJA

Salah satu adegan daman film AADC-2

“Tidak adil kamu bilang…?”, Cinta meradang.. “Yang kamu lakukan ke saya itu….Jahat”.

Kalimat terakhirnya membuat Rangga tertunduk diam. Jarak emosional seratus lebih purnama betul-betul terlampau jauh, meski secara fisik mereka hanya dipisahkan sebongkah meja kafe.

Mereka yang sudah nonton film “Ada Apa Dengan Cinta 2” (AADC2) pasti tahu bagian ini. Adegan ini sebetulnya sangat biasa. Tetapi dia menjadi terkenal karena jauh sebelum filmnya diputar, adegan ini jadi bahan lelucon berupa meme dengan beragam versi dan menyebar secara brutal melalui internet.

Menyaksikan adegan itu entah kenapa otak HRD saya bekerja. Continue reading “AADC-2 DAN PENILAIAN KINERJA”