MEMILIKI VERSUS BERBAGI

Minggu lalu saya diundang untuk berbicara di depan forum  Sekolah Relawan (yang saya ceritakan kiprahnya secara detil dalam tulisan RELAWAN, PEMIMPIN DAN KERJA TAK BERBAYAR)

Mereka akan mengirim angkatan kedua anak-anak muda Indonesia penuh semangat dan idealisme dalam program  Tatar Nusantara.

Tatar Nusantara (TN) adalah program yang mirip dengan Indonesia  Mengajar-nya Anies Baswedan. Bedanya mereka bukan cuma mengajar, tetapi  selama setahun penuh menemu-kenali,  menggali dan mengembangkan pontensi sosial- ekonomi  daerah tersebut (biasanya daerah terpencil),  bersama-sama dengan masayarakat setempat . Ujung-ujungnya diharapkan dapat mengangkat derajat sosial-ekonomi masyarakat sekitar.

Mereka yang dikirim bukanlah anak-anak muda kurang kerjaan. Sebagiannya adalah anak-anak muda berprestasi dan bahkan sudah bekerja di posisi-posisi yang bagus. Salah satunya sudah bekerja di sebuah perusahaan multi nasional di luar negeri.  Tetapi oleh karena panggilan hati nurani, dia tinggalkan pekerjaan empuk itu dan mengabdi dalam program TN.

Memang inilah satu diantara ciri kaum millennial. Anak-anak muda zaman now,  generasi gadget,  yang kerap bikin pusing banyak orang itu. Continue reading “MEMILIKI VERSUS BERBAGI”

AYAT-AYAT CINTA DAN RESOLUSI TAHUN BARU

Sewaktu Kang Abik (Habiburrahman El Shiradzy) –penulis novel Ayat-Ayat Cinta yang filmnya laris manis itu—memiliki ide untuk mulai menulis Novel tersebut, yang dia lakukan adalah menghadirkan setting timur tengah di kamar tempatnya menulis. Dia pernah tinggal dan kuliah di Mesir, tetapi lanskap gurun pasir, onta dan rumah-rumah batu itu tinggal kenangan.

Dia pasang gambar-gambar gurun lengkap dengan segala ornamennya di kamarnya; gambar suasana kota Kairo, latar tempat dimana Novel itu mengambil cerita; serta kampus Al Azhar University , tempat dimana tokoh Fahri kuliah.

Kang Abik berusaha memvisualisasikan Timur Tengah –terutama Kairo—di dalam kamarnya, agar proses penulisan Novel bisa berjalan lancar. Sebab ide yang sedang meluap-luap di kepalanya ketika itu butuh kaki yang lain, yaitu sebuah latar dan suasana yang  membuat ide itu bisa mengalir keluar, tajam, detil dan tak henti.

Itu mengapa, banyak para penulis butuh menghilang, pergi ke tempat yang jauh dan sepi, atau tinggal menyatu di tempat dimana obyek yang sedang ditulisnya berada, oleh karena motivasi dan ide untuk menulis saja tidak cukup.

Motivasi atau niat atau ide atau apapun, adalah satu hal. Hal lain yang dibutuhkan untuk menjadikan motivasi/ide/ niat itu kejadian adalah Ability (kemampuan). Atau membangun kemampuan untuk menjadikan motivasi itu terlaksana. Continue reading “AYAT-AYAT CINTA DAN RESOLUSI TAHUN BARU”