TIGA (PEMIMPIN) MENGUAK TAKDIR

Pada masanya, ketiganya benar-benar “Macan Asia”. Mewakili tiga bangsa, tiga puak besar dan ratusan juta ummat manusia, yang hidup dalam satu kawasan semenanjung yang pernah dipersatukan dan dinamai –oleh Maha Patih Gadjah Mada—sebagai Nusantara.

Soeharto, seorang Jawa tulen, memimpin negara dengan rakyat ratusan juta bernama Indonesia.

Mahathir Mohammad, Melayu keturunan India, memimpin bangsa Malaysia yang jumlahnya  (kira-kira) sepersepuluh penduduk Indonesia.

Dan –yang baru saja berpulang—Lee Kuan Yeuw, seorang Tionghoa memimpin bangsa dan negara liliput; Singapura, yang besar negara dan jumlah rakyatnya kurang lebih sama dengan Kota Jakarta . Continue reading “TIGA (PEMIMPIN) MENGUAK TAKDIR”

RELAWAN, PEMIMPIN DAN KERJA TAK BERBAYAR

Coba perhatikan foto heroik dibawah ini. Seorang relawan menantang maut menyelamatkan seorang korban di tengah ancaman bencana dahsyat di sekelilingnya. Foto ini diambil pada peristiwa letusan maha hebat Gunung Merapi pada tahun 2010, yang juga menewaskan sang juru kunci, Mbah Maridjan.

Foto ini mendunia dan menuai banyak simpati terhadap kerja relawan. Sempat menjadi headline di beberapa media lokal dan internasional. Tetapi sayang beribu sayang, karena wajah relawan itu tertutup masker, tidak banyak yang tahu siapa sosok di balik foto itu. Continue reading “RELAWAN, PEMIMPIN DAN KERJA TAK BERBAYAR”

BATU AKIK DAN PELARI KENYA

Anda pusing dengan harga-harga yang terus naik? Lelah dengan seribu satu persoalan kehidupan yang datang silih berganti?  Itu tandanya anda harus mulai melirik batu akik.

Ikutlah dalam perjamuan massal di hampir setiap mulut gang, tikungan dan perempatan jalan, mulailah berdiri sama tinggi dan jongkok sama rendah dengan si pedagang, nikmatilah keindahan yang ada di dalamnya: satu menu, yaitu batu, dengan ribuan cerita.

Sejatinyalah negara ini berhutang besar kepada batu akik. Di tengah kelesuan ekonomi nasional oleh karena nilai tukar rupiah yang lunglai, hukum yang tumpul dan pemimpin yang mandul,  maka batu akik menjadi penghiburan. Rakyat senang pemimpin tenang. Continue reading “BATU AKIK DAN PELARI KENYA”

PURNAMA YANG TAK LAGI BENDERANG

(Tulisan ini ingin menunjukan bahwa kebahagiaan adalah soal internal state of mind. Cara dan pilihan berfikir anda. Ini soal mind-game (permainan pikiran). Dan pilihan yang bijak adalah memilih sumber kebahagiaan yang hakiki dan mendasar, yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan kita, seperti menikmatinya dari alam dan dengan orang-orang terdekat. Bukan menyandarkannya pada sesuatu yang cepat berubah dan sementara, seperti teknologi.)

 

Malam itu perjalanan kami ke kawasan Puncak, Bogor, terus menerus diikuti oleh sebentuk benda bulat terang nun jauh di angkasa. Dia seolah bergerak seiring ban mobil melaju di jalanan yang basah disiram gerimis sore harinya. Teman saya memandangi lama benda itu, dan bergumam pendek, “Purnama tapi kok ngga terang.”.  

Benda bulat terang nun jauh di angkasa itu adalah Purnama. Bulan penuh utuh di tanggal 14 kalender Hijriyah. Tetapi malam itu, Purnama tersebut seperti murung. Tidak sebenderang biasanya.

Di sisa perjalanan, kenangan masa lalu bersama Purnama memenuhi hati. Continue reading “PURNAMA YANG TAK LAGI BENDERANG”