RAS YANG HIDUP DENGAN SENSASI

Sewaktu sakit kemarin, kaya ada yang berbeda waktu saya melihat cermin. Tampang yang kuyu dan kumis dan jenggot yang awut-awutan membuat saya terlihat menyedihkan.

Bukan cuma menyedihkan, saya juga melihat makhluk yang rapuh disana. Kemudian saya lihat tangan dan anggota tubuh lain yang sering kita banggakan ini, sama saja, terlihat rapuh di mata saya waktu itu.

Padahal katanya, saya, anda, kita semua ras manusia, diciptakan sesempurna-sempurnanya penciptaan.

Iya sempurna, tapi rapuh.

Continue reading “RAS YANG HIDUP DENGAN SENSASI”

NEW NORMAL ALA SAM BERNS

“Hidup saya sangat Bahagia”, katanya.

Perkenalkan ini Sam Berns. Usianya kala itu 17 tahun, tapi penampilannya seperti kakek 71 tahun. Tingginya tak lebih dari seorang bocah kelas 2 atau 3 SD dengan berat sekitar 20-an Kg.

Jelas sekali dia memang tidak normal secara fisik.

Selain tinggi dan berat badannya tidak normal, wajahnya sangat tirus, penuh kerut, tak beralis dan berbulu mata, berahang kecil. Sepintas dia seperti makhluk ruang angkasa dalam film ET (Extra Terestrial).

Dia adalah satu dari 250 orang penderita Progeria di dunia. Penyakit kelainan sel tubuh yang membuat penderitanya akan mengalami penuaan fisik secara cepat tanpa bisa dicegah. Ini penyakit amat sangat langka dan belum ada obatnya. Menghinggapi 1 dari 4 juta bayi yang lahir setiap tahunnya.

Rata-rata mereka yang mengidap penyakit ini akan meninggal pada usia kurang lebih 13 tahun. Tapi Sam tidak.

Fisik Sam yang seperti orang tua ringkih dengan nafas tersengal-sengal itu tidak menghalangi jiwa anak mudanya yang baru berusia belasan tahun. Selalu ceria. Orang-orang yang melihatnya alih-alih kasihan malah berdecak kagum dan malu pada diri sendiri. Continue reading “NEW NORMAL ALA SAM BERNS”

HIDUP SETELAH CORONA

Ketika bagian dunia lain masih “gelap” dan mencekam dengan perang melawan covid-19, China dan Korea (pelan-pelan) sudah mulai berani menyambut cahaya dan melanjutkan hidup paska cengkeraman sang virus.

Orang-orang sudah mulai berani jalan-jalan, kantor, sekolah, pasar dan pusat keramaian sudah mulai dibuka dan orang sudah diijinkan bepergian jauh. Pelan-pelan terang mulai datang.

Pertanyaan menarik, bagaimana mereka melihat dunia mereka setelah itu? Apakah mereka keluar dari peperangan ini dengan cara pandang lama sebelum era virus? Atau sudah dengan cara pandang yang sepenuhnya baru? Continue reading “HIDUP SETELAH CORONA”

TENTANG HAL-HAL PENTING DALAM HIDUP

Apa yang paling penting dalam hidup anda?

Kalau pertanyaan itu ditanyakan kepada Bang Bahrul, jawabannya tegas dan mantap: Keluarga, terutama anaknya yang berjumlah 8 (delapan) orang.  Bang Bahrul adalah supir Uber yang saya tumpangi minggu lalu. Berbadan kekar, kepala plontos, Janggut lebat, suara menggelegar.  Kalau dia pakai kacamata hitam, dia akan sangat mirip dengan vokalis band heavymetal yang berjaya di tahun 90-an.

Tetapi hatinya lembut dan baik.  Hati seorang lelaki penyayang.  Tak heran anaknya lebih dari setengah lusin.

Dalam perjalanan menembus kemacetan dari Slipi ke Tangerang, Bang Bahrul menggelar kisah hidupnya.  Seperti biasa saya menjadi pendengar yang budiman. Continue reading “TENTANG HAL-HAL PENTING DALAM HIDUP”

PURNAMA YANG TAK LAGI BENDERANG

(Tulisan ini ingin menunjukan bahwa kebahagiaan adalah soal internal state of mind. Cara dan pilihan berfikir anda. Ini soal mind-game (permainan pikiran). Dan pilihan yang bijak adalah memilih sumber kebahagiaan yang hakiki dan mendasar, yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan kita, seperti menikmatinya dari alam dan dengan orang-orang terdekat. Bukan menyandarkannya pada sesuatu yang cepat berubah dan sementara, seperti teknologi.)

 

Malam itu perjalanan kami ke kawasan Puncak, Bogor, terus menerus diikuti oleh sebentuk benda bulat terang nun jauh di angkasa. Dia seolah bergerak seiring ban mobil melaju di jalanan yang basah disiram gerimis sore harinya. Teman saya memandangi lama benda itu, dan bergumam pendek, “Purnama tapi kok ngga terang.”.  

Benda bulat terang nun jauh di angkasa itu adalah Purnama. Bulan penuh utuh di tanggal 14 kalender Hijriyah. Tetapi malam itu, Purnama tersebut seperti murung. Tidak sebenderang biasanya.

Di sisa perjalanan, kenangan masa lalu bersama Purnama memenuhi hati. Continue reading “PURNAMA YANG TAK LAGI BENDERANG”